Check "n Recheck - SEMANGAT
Headlines News :

Check "n Recheck

Written By Bungjamil Jamil on Tuesday, February 16, 2010 | 2:04 PM

Salah satu sikap yang harus dimiliki oleh manusia beriman adalah sikap berhusnuzhon (berprasangka baik) kepada saudara kita sesama mu'min. Siapapun dia dan dari kelompok manapun dia, hendaklah kita menahan diri dari berprasangka buruk dan apalagi sampai memfitnah atau menyebar isu.

Allah berfirman:
"Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang-orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu." [QS. Al Hujurat:6]

Allah memerintahkan kepada oarang-orang yang shidiq (benar) untuk melakukan check 'n Recheck (tabayyun) terhadap informasi negatif seseorang. Tidak boleh menyebarkannya tanpa mengetahui bukti-bukti yang nyata. Kenyataan di zaman ini emang ironis. Kita hidup diera informasi. Berita-berita sangat cepat tersiar melalui berbagai media baik cetak maupun elektronik. Entah berita itu positif atau negatif. kebobrokan orang sangat mudahnya diobral sebagai barang komersial yang laris. Di televisi, berita infotaiment memiliki rating yang tinggi.

Allah swt memperingatkan kita tentang betapa besarnya dosa orang yang senang jika keburukan saudaranya tersebar luas. Perhatikan surat QS.[24:19]

إِنَّ الَّذينَ يُحِبّونَ أَن تَشيعَ الفٰحِشَةُ فِى الَّذينَ ءامَنوا لَهُم عَذابٌ أَليمٌ فِى الدُّنيا وَالءاخِرَةِ ۚ وَاللَّهُ يَعلَمُ وَأَنتُم لا تَعلَمونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui."

Wajar bila NU menghimbau masyarakat ut tdk menonton infotaiment.Sikap kita sebagai orang beriman saat mendengar info negatif/infotaiment adalah sebagaimana firman Allah dalam QS.24:16

وَلَولا إِذ سَمِعتُموهُ قُلتُم ما يَكونُ لَنا أَن نَتَكَلَّمَ بِهٰذا سُبحٰنَكَ هٰذا بُهتٰنٌ عَظيمٌ


"Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: ""Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar."""

Begitulah sifat orang-orang yang beriman saat mendengar isu-isu atau fitnah yaitu tidak membenarkannya sebelum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. mereka senantiasa melakukan tabayyun, Chek 'n Recheck.

Imam ibnu katsir menyatakan bahwa wajib bagi seorang muslim jika mendengar isu langsung menolaknya dan berprasangka baik, dan jika dihatinya ada hal tidak baik tapi ia tidak memiliki bukti-bukti maka haram baginya menyebarkannya. Semoga dengan demikian ia masih diampuni berdasarkan hadis nabi:

"Sesungguhnya Allah SWT mengampuni umatku apa-apa yang ada dalam hatinya selama ia tdak ucapkan atau ia lakukan."

Oleh sebab itu sikap berburuk sangka hendaknya dijauhkan dalam sika kita. Sebagaimana Nasehat Allah kepada orang-orang beriman:

يٰأَيُّهَا الَّذينَ ءامَنُوا اجتَنِبوا كَثيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعضَ الظَّنِّ إِثمٌ ۖ وَلا تَجَسَّسوا وَلا يَغتَب بَعضُكُم بَعضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُم أَن يَأكُلَ لَحمَ أَخيهِ مَيتًا فَكَرِهتُموهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوّابٌ رَحيمٌ


"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." [QS.49:12]

Melakukan Check 'n Recheck dan menjauhi berburuk sangka (su'uzhon) menjadi sangat penting karena tindakan berburuk sangka dan menyebarkannya selain mendapatkan dosa ternyata menyebabkan seseorang keluar dari predikat orang yang beriman. Allah menyatakan dalam QS.24:17 :

يَعِظُكُمُ اللَّهُ أَن تَعودوا لِمِثلِهِ أَبَدًا إِن كُنتُم مُؤمِنينَ


"Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman."

Maknanya adalah Allah memperingatkan dengan sangat keras karena lafadz إِن كُنتُم مُؤمِنينَ
('in kuntum mu'minin) bermakna, jika kamu layak disifati sebagai orang yang beriman maka kamu tidak akan mengulanginya. Dan jika ternyata kamu mengulanginya maka kamu tidak layak disifati sebagai orang beriman.

Kesimpulan:
Mari jaga lisan ini agar tidak terjebak dari pengaruh-pengaruh infotaiment, hendaknya tetap berbaik sangka dan tidak ikut mentebarkan gosip jika tidak mengetahui duduk persoalannya dengan jelas yang dapat menyebabkan kita keluar dari golongan orang-orang yang bertakwa.

Share this article :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

VIDEO INSPIRASI

Template Information

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. SEMANGAT - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya